Minggu, 17 Oktober 2021

BOSAN

 AL-MALAL(BOSAN)

Al-Bukhaariy rahimahullah berkata :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا يَحْيَى، عَنْ هِشَامٍ، قَالَ: أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ عَائِشَةَ، " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَيْهَا وَعِنْدَهَا امْرَأَةٌ، قَالَ: مَنْ هَذِهِ؟ قَالَتْ: فُلَانَةُ تَذْكُرُ مِنْ صَلَاتِهَا، قَالَ: مَهْ عَلَيْكُمْ بِمَا تُطِيقُونَ، فَوَاللَّهِ لَا يَمَلُّ اللَّهُ حَتَّى تَمَلُّوا، وَكَانَ أَحَبَّ الدِّينِ إِلَيْهِ مَا دَامَ عَلَيْهِ صَاحِبُهُ "

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsannaa : Telah menceritakan kepada kami Yahyaa, dari Hisyaam,ia berkata : Telah mengkhabarkan kepadaku ayahku, dari ‘Aaisyah : Bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah masuk menemuinya yang waktu itu di sebelahnya ada seorang wanita. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Siapakah ini ?”. ‘Aaisyah berkata : “Fulaanah”. Lalu ia (‘Aaisyah) menyebutkan tentang shalatnya (yang banyak dan lama). Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Ah, wajib bagimu beramal sesuai sesuai dengan kemampuanmu. Demi Allah, Allah tidak akan bosan hingga kalian bosan. Agama yang paling dicintai oleh Allah adalah yang dirutinkan oleh pelakunya” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 43].

Terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama dalam menafsirkan al-malal (bosan) dalam hadits di atas.

Abu Ishaaq Al-Harbiy rahimahullah berkata :

قولـه : ((لا يَمَلُّ الله حتى تملوا)) : أخبرنا سلمة عن الفراء ؛ يقال : مللت أمَلُّ : ضجرت، وقال أبو زيد : ملَّ يَمَلُّ ملالة ، وأمللته إملالاً ، فكأنَّ المعنى لا يملُّ من ثواب أعمالكم حتى تملُّوا من العمل

“Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Allah tidak akan bosan hingga kalian bosan’. Telah mengkhabarkan kepada kami Salamah, dari Al-Farraa’, dikatakan :  maliltu amallu, yaitu : aku bosan. Abu Zaid berkata : ‘malla yamallu malaalatan wa amlaltuhu imlaalan; maka seakan-akan maknanya Allah tidak bosan memberikan pahala dari amal-amal kalian hingga kalian bosan untuk beramal” [Ghariibul-Hadiits, 1/338].

Ibnu ‘Abdil-Barr rahimahullah berkata :

قوله: إن الله لا يمل حتى تملوا، معناه عند أهل العلم إن الله لا يمل من الثواب والعطاء على العمل حتى تملوا أنتم، ولا يسأم من أفضاله عليكم، إلا بسآمتكم عن العمل له

“Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Sesungguhnya Allah tidak akan bosan hingga kalian bosan’; maknanya menurut para ulama adalah bahwa Allah tidak akan bosan memberikan pahala dan balasan terhadap amal hingga kalian bosan (untuk beramal). Allah tidak akan jemu untuk mencurahkan kebaikan-Nya kepada kalian, kecuali dengan kebosanan kalian untuk beramal untuk-Nya” [At-Tamhiid, 1/194].

Ad-Diinawariy rahimahullah berkata :

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ، نَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُسْلِمِ بْنِ قُتَيْبَةَ، قَالَ: مَعْنَى قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: " اكْلَفُوا مِنَ الْأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لا يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا ". وَتَأْوِيلُهُ أَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لا يَمَلُّ إِذَا مَلِلْتُمْ، وَمِثَالُ هَذَا الْكَلامِ: قَوْلُكَ: هَذَا الْفَرَسُ لا يَفْتُرُ حَتَّى تَفْتُرَ الْخَيْلُ، يُرِيدُ أَنَّهُ لا يَفْتُرُ إِذَا فَتَرَتْ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdullah bin Muslim bin Qutaibah (Ibnu Qutaibah), ia berkata : “Makna sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Bebanilah diri kalian amal-amal yang sanggup kalian lakukan, karena Allah ‘azza wa jalla tidak akan bosan hingga kalian bosan’Dan ta’wilnya adalah : Bahwasannya Allah ‘azza wa jalla tidak merasa bosan apabila kalian bosan. Yang semisal dengan perkataan ini adalah perkataanmu : ‘Kuda ini tidak akan lemah hingga penunggangnya merasa lemah’; maksudnya kuda itu tidaklah akan lemah apabila si penunggangnya lemah” [Al-Mujaalasah no. 1358].

Al-Haafidh Ibnu Hajar rahimahullah berkata :

قوله: (لا يمل الله حتى تملوا) هو بفتح الميم في الموضعين، والملال استثقال الشيء ونفور النفس عنه بعد محبته، وهو محال على الله تعالى باتفاق. قال الإسماعيلي رحمه الله وجماعة من السلف المحققين : إنما أطلق هذا على جهة المقابلة اللفظية مجازا كما قال تعالى: {وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا}

“Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Sesungguhnya Allah tidak akan merasa bosan hingga kalian merasa bosan’; dengan difathah huruf mimnya di dalam dua tempat. Bosan adalah merasa berat atas sesuatu dan keengganan jiwa darinya setelah mencintainya. Sifat ini mustahil bagi Allah ta’ala dengan kesepakatan ulama.  Telah berkata Al-Ismaa’iiliy rahimahullah dan sekelompok ulama salaf muhaqqiqiin : ‘Sifat bosan ini hanyalah dimutlakkan dalam segi perbandingan lafdhiyyah secara majaz, sebagaimana firman Allah ta’ala ‘Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa’ (QS. Asy-Syuuraa : 40)” [Fathul-Baariy, 1/102].

Berkaitan dengan hal ini, Asy-Syaikh Muhammad bin Shaalih Al-‘Utsaimiin rahimahullah pernah ditanya :

هل نستطيع أن نثبت صفة الملل والهرولة لله تعالى

“Bolehkah kita untuk menetapkan sifat al-malal (bosan) dan al-harwalah (berlari-lari kecil) bagi Allah ta’ala ?”.

Beliau rahimahullah menjawab :

جاء في الحديث عن النبي صلى الله عليه وسلم قولـه : ((فإنَّ الله لا يَمَلُّ حتى تملوا)).

فمن العلماء من قال : إنَّ هذا دليل على إثبات الملل لله ، لكن ؛ ملل الله ليس كملل المخلوق ؛ إذ إنَّ ملل المخلوق نقص ؛ لأنه يدل على سأمه وضجره من هذا الشيء ، أما ملل الله ؛ فهو كمال وليس فيه نقص ، ويجري هذا كسائر الصفات التي نثبتها لله على وجه الكمال وإن كانت في حق المخلوق ليست كمالاً.

ومن العلماء من يقول : إنَّ قولـه : ((لا يَمَلُّ حتى تملوا)) ؛ يراد به بيان أنه مهما عملت من عمل ؛ فإنَّ الله يجازيك عليه ؛ فاعمل ما بدا لك ؛ فإنَّ الله لا يمل من ثوابك حتى تمل من العمل ، وعلى هذا ، فيكون المراد بالملل لازم الملل.

ومنهم من قال : إنَّ هذا الحديث لا يدل على صفة الملل لله إطلاقاً ؛ لأنَّ قول القائل : لا أقوم حتى تقوم ؛ لا يستلزم قيام الثاني ، وهذا أيضاً : ((لا يمل حتى تملوا)) ؛ لا يستلزم ثبوت الملل لله عَزَّ وجَلَّ.

وعلى كل حال يجب علينا أن نعتقد أنَّ الله تعالى مُنَزَّه عن كل صفة نقص من الملل وغيره ، وإذا ثبت أنَّ هذا الحديث دليل على الملل ؛ فالمراد به ملل ليس كملل المخلوق.

“Terdapat dalam hadits Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : ‘Sesungguhnya Allah tidak akan bosan hingga engkau bosan[1]’.

Di antara ulama ada yang berkata : Sesungguhnya hadits ini merupakan dalil penetapan sifat al-malal (bosan) bagi Allah. Akan tetapi, sifat bosan Allah tidaklah seperti sifat bosan makhluk. Sifat bosan makhluk adalah kekurangan, karena hal itu menunjukkan kejemuan dan kebosanan akan sesuatu. Adapun sifat bosan Allah adalah sempurna tanpa ada padanya kekurangan. Sifat ini berjalan sebagaimana seluruh sifat-sifat yang kita tetapkan bagi Allah dalam kesempurnaan; meskipun jika itu ada pada makhluk tidak menunjukkan kesempurnaan.

Di antara ulama ada yang berkata : Sesungguhnya sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam : ‘Allah tidak akan bosan hingga engkau bosan’, yang dimaksudkan dengannya adalah penjelasan bahwa apabila engkau melakukan suatu amalan, maka Allah akan memberikan balasan pahala atasnya. Maka beramallah selama kalian mampu, karena Allah tidak akan bosan untuk memberikan pahalanya, hingga engkau bosan untuk beramal. Oleh karena itu, yang dimaksud dengan al-malal (bosan) adalah kelaziman al-malal itu sendiri.

Di antara ulama ada yang berkata : Sesungguhnya hadits ini tidak menunjukkan pada sifat bosan bagi Allah secara mutlak. Hal itu sebagaimana perkataan : laa aquumu hattaa taquumu (aku tidak akan berdiri hingga engkau berdiri) – tidaklah melazimkan berdiri yang kedua (dari si pengucap perkataan). Begitu juga dengan perkataan : Allah tidak bosan hingga engkau bosan’ ; tidaklah melazimkan penetapan sifat bosan bagi Allah ‘azza wa jalla.

Dengan demikian, wajib bagi kita untuk meyakini bahwasannya Allah ta’ala terhindar dari setiap sifat kurang dari sifat bosan atau yang lainnya. Dan apabila telah shahih bahwa hadits ini menunjukkan sifat bosan, maka maksud dari sifat bosan itu, tidaklah seperti sifat bosannya makhluk” [Majmuu’ah Duruus wa Fataawaa Al-Haram, 1/152].

Kesimpulan dalam kalimat terakhir Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimiin rahimahullah inilah yang raajih sesuai dengan dhahir hadits. Dan ini tidaklah bertentangan dengan penjelasan yang dibawakan oleh Abu Ishaaq Al-Harbiy dan Ibnu ‘Abdil-Barr rahimahumallah di atas, karena itu merupakan penjelasan dan tafsiran dhahirnya. Yaitu, Allah ta'ala tidaklah bosan memberikan pahala atas amal-amal manusia hingga mereka sendiri bosan untuk beramal dan menghentikannya.

Wallaahu a’lam.

Baca juga :Riya Terselubung


[1]      Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 43 & 1151 & 1970 & 5862, Muslim no. 782, Abu Daawud no. 1368, An-Nasaa’iy no. 762, Ibnu Maajah no. 4238, dan yang lainnya.





IMAN DAN AMAL

 

IMAN DAN AMAL

Ahlus-Sunnah telah mencapai titik kesepakatan bahwa iman adalah keyakinan dalam hati, ucapan dalam lisan, amal oleh anggota badan; bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan.

اتفقت الصحابة والتابعون، فمن بعدهم من علماء السنة على أن الأعمال من الإيمان، لقوله سبحانه وتعالى : (إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ .....) إلى قوله (وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ) [الأنفال : ٢-٣] فجعل الأعمال كلها إيمانا، وكما نطق به حديث أبي هريرة.

وقالوا : إن الإيمان قولٌ وعملٌ وعقيدةٌ، يزيد بالطاعة، وينقص بالمعصية.......

“Para shahabat, taabi’iin, dan para ulama sunnah setelah mereka telah bersepakat bahwa amal termasuk bagian dari iman berdasarkan firman Allah subhaanahu wa ta’aalaa : ‘Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka’ (QS. Al-Anfaal : 2-3). Allah telah menjadikan amal secara keseluruhan (bagian dari) iman, sebagaimana dijelaskan dalam hadits Abu Hurairah.

Mereka berkata : ‘Sesungguhnya iman itu perkataan, perbuatan, dan ‘aqiidah; bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan….” [Syarhus-Sunnah, 1/38-39, tahqiq : Zuhair Syaawiisy & Syu’aib Al-Arna’uth; Al-Maktab Al-Islaamiy, Cet. 2/1403].

قال أبو عمر ابن عبد البر في ‏[‏التمهيد‏]‏‏:‏ أجمع أهل الفقه والحديث على أن الإيمان قول وعمل، ولا عمل إلا بنية، والإيمان عندهم يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية، والطاعات كلها عندهم إيمان

“Telahberkata Abu ‘Umar Ibnu ‘Abdil-Barr dalam At-Tamhiid : ‘Para ahli fiqh dan ahli hadits telah bersepakat bahwa iman adalah perkataan dan perbuatan. Tidak amal kecuali dengan niat. Iman di sisi mereka dapat bertambah dengan ketaatan, dan berkurang dengan kemaksiatan. Seluruh amal ketaatan  di sisi mereka termasuk iman” [Al-Iimaan oleh Ibnu Taimiyyah, hal. 208, tahqiq : Al-Albaaniy; Al-Maktab Al-Islaamiy, Cet. 5/416].

حدثني أبي رحمه الله حدثنا سريج بن النعمان حدثنا عبدالله بن نافع قال كان مالك بن أنس يقول الايمان قول وعمل ويقول كلم الله موسى وقال مالك الله في السماء وعلمه في كل مكان لا يخلو منه شيء

Telah menceritakan kepadaku ayahku (Ahmad bin Hanbal – Abul-Jauzaa’) rahimahullaahu : Telah menceritakan kepada kami Suraij bin An-Nu’maan[1] : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdullah bin Naafi’[2], ia berkata : Maalik bin Anas berkata : ‘Iman adalah perkataan dan perbuatan, Allah telah berbicara kepada Muusaa, dan Allah berada di atas langit sedangkan ilmu-Nya – tidak ada sesuatu yang luput dari-Nya” [Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Ahmad dalam As-Sunnah, hal. 280 no. 532, tahqiq : Dr. Muhammad bin Sa’iid bin Saalim Al-Qahthaaniy; Daaru ‘Aalamil-Kutub, Cet. 4/1416 H – sanadnya hasan atau shahih].

حدثني أبو عبد الرحمن سلمة بن شبيب قبل سنة ثلاثين ومائتين حدثنا عبد الرزاق قال كان معمر وابن جريج والثوري ومالك وابن عيينة يقولون الايمان قول وعمل يزيد وينقص قال عبدالرزاق وأنا أقول ذلك الايمان قول وعمل والايمان يزيد وينقص فان خالفتهم فقد ضللت إذا وما أنا من المهتدين

Telah menceritakan kepadaku Abu ‘Abdirrahmaan Salamah bin Syabiib[3] sebelum tahun 230 : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrazzaaq[4], ia berkata : “Ma’mar, Ibnu Juraij, Ats-Tsauriy, Maalik, dan Ibnu ‘Uyainah berkata : ‘Iman adalah perkataan dan perbuatan; (dapat) bertambah dan berkurang”. ‘Abdurrazzaaq berkata : “Dan akupun mengatakan hal itu, yaitu iman adalah perkataan dan perbuatan. Iman (dapat) bertambah dan berkurang. Apabila aku menyelisihi mereka, sungguh aku telah tersesat dan aku bukan termasuk orang-orang yang diberi petunjuk” [Diriwayatkan oleh ‘Abdullah bin Ahmad dalam As-Sunnah, hal. 342-343 no. 726; shahih].

حدثنا محمد بن عبد الرحمن حدثني أبو أحمد حاتم بن عبد الله الجهاري، قال: سمعت الربيع بن سليمان يقول: سمعت الشافعي يقول: الإيمان قول وعمل يزيد بالطاعة وينقص بالمعصية، ثم تلا هذه الآية:  وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا   المدثر 31  الآية

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdirrahmaan : Telah menceritakan kepadaku Abu Ahmad Haatim bin ‘Abdillah Al-Jihaariy, ia berkata : Aku mendengar Ar-Rabii’ bin Sulaimaan[5] berkata : Aku mendengar Asy-Syaafi’iy berkata : “Iman adalah perkataan dan perbuatan. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena (melakukan) kemaksiatan”. Kemudian ia (Asy-Syaafi’iy) membaca ayat ini : “Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya’ (QS. Al-Mudatstsir : 31)” [Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam Hilyatul-Auliyaa’, 9/114-115; Daarul-Kutub Al-‘Ilmiyyah, Cet. 1/1409].

وأخبرنا أبو بكر المروذي قال : سمعت أبا عبد الله يقول : قال الله عز وجل : (فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ) وقال تعالى : (وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ). وقال : هذا الإيمان. ثم قال أبو عبد الله : فالإيمان قول وعمل.

Dan telah mengkhabarkan kepada kami Abu Bakr Al-Marwadziy, ia berkata : Aku mendengar Abu ‘Abdillah berkata : “Allah ‘azza wa jalla berfirman : ‘Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama’.[6] Allah ta’ala juga berfirman : ‘Dan dirikanlah shalat serta tunaikanlah zakat’[7]; lalu ia (Ahmad) berkata : ”Inilah iman !. Iman adalah perkataan dan perbuatan” [Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam As-Sunnah, 3/589 no. 1035, tahqiq : Dr. ’Athiyyah Az-Zahraaniy; Daarur-Rayyah, Cet. 1/1410 - shahih].

وأخبرنا أبو بكر المروذي وعبد الملك الميموني وأبو داود السجستاني وحرب بن إسماعيل الكرماني ويوسف بن موسى ومحمد بن أحمد بن واصل والحسن بن محمد، كلهم يقول : إنه سمع أحمد بن حنبل قال : الإيمان : قول وعمل يزيد وينقص.

Dan telah mengkhabarkan kepada kami Abu Bakr Al-Marwadziy, ‘Abdul-Malik Al-Maimuuniy[8], Abu Daawud As-Sijistaaniy[9], Harb bin Ismaa’iil Al-Kirmaaniy[10], Yuusuf bin Muusaa, Muhammad bin Ahmad bin Waashil, dan Al-Hasan bin Muhammad; semuanya berkata bahwasannya mereka mendengar Ahmad bin Hanbal berkata : “Iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang” [Diriwayatkan oleh Al-Khallaal dalam As-Sunnah, 3/582 no. 1010; shahih].

Dalil-dalil yang mereka (para ulama salaf) pakai untuk membangun ‘aqidah ini antara lain adalah :

الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ طُوبَى لَهُمْ وَحُسْنُ مَآبٍ

“Orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik” [QS. Ar-Ra’d : 29].

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلامٌ

“Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shalih ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seijin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam surga itu ialah ‘salaam" [QS. Ibraahiim : 23].

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلا

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal” [QS. Al-Kahfiy : 107].

Allah ta’ala dalam ayat-ayat di atas telah menggandengkan antara iman dan amal sehingga dua hal ini sangat berkaitan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Bahkan, Allah ta’ala telah berfirman bahwa manusia akan dimasukkan ke dalam surga dengan sebab amal-amal yang mereka kerjakan.

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan” [11] [QS. Az-Zukhruf : 72].

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنْ الْإِيمَانِ

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb : Telah menceritakan kepada kami Jariir bin Suhail, dari ‘Abdullah bin Diinaar dari Abu Shaalih, dari Abu Hurairah, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Iman itu ada tujuh puluh, atau enam puluh lebih cabang. Yang paling utama adalah perkataan : Laa ilaha illallaah (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah). Dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu itu adalah salah satu cabang dari iman” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 35].

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ كِلَاهُمَا عَنْ قَيْسِ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ وَهَذَا حَدِيثُ أَبِي بَكْرٍ قَالَ أَوَّلُ مَنْ بَدَأَ بِالْخُطْبَةِ يَوْمَ الْعِيدِ قَبْلَ الصَّلَاةِ مَرْوَانُ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ الصَّلَاةُ قَبْلَ الْخُطْبَةِ فَقَالَ قَدْ تُرِكَ مَا هُنَالِكَ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah : Telah menceritakan kepada kami Wakii’, dari Sufyaan. Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al-Mutsannaa : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far : Telah menceritakan kepada kami Syu’bah; keduanya (Sufyaan dan Syu’bah) dari Qais bin Muslim, dari Thaariq bin Syihaab – dan ini adalah hadits Abu Bakr - , ia (Thaariq) berkata : Orang pertama yang berkhutbah pada hari raya (‘Ied) sebelum shalat didirikan adalah Marwan. Lalu seorang lelaki berdiri dan berkata kepadanya : "Shalat (‘Ied) hendaklah dilakukan sebelum membaca khutbah". Marwan menjawab : "Sungguh, khutbah ini telah ditinggalkan". Kemudian Abu Sa’iid berkata : "Adapun orang ini telah menunaikan kewajibannya. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda : ‘Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia cegah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman" [Diriwayatkan oleh Muslim no. 49].

Dua hadits di atas memberi faedah bahwa iman mempunyai beberapa cabang dan tingkatan yang tidak sama kedudukannya. Begitu pula keadaan pemiliknya. Ada yang keimanannya tinggi (kuat), ada pula yang keimanannya rendah (lemah). Dan perkataan serta perbuatan termasuk bagian dari iman.

Para ulama telah menjelaskan bahwa perkataan itu terdiri dari perkataan hati dan anggota badan (lisan). Begitu juga dengan perbuatan, ia terdiri dari perbuatan hati dan anggota badan.

Syaikhul-Islaam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

والمقصود هنا أن من قال من السلف‏:‏ الإيمان قول وعمل، أراد قول القلب واللسان وعمل القلب والجوارح

“Dan yang dimaksudkan di sini dari perkataan salaf : ‘qaulun wa ‘amalun (perkataan dan perbuatan)’; yaitu perkataan hati dan lisan, serta amal hati dan anggota badan” [Al-Iimaan, hal. 137, takhriij : Al-Albaaniy; Al-Maktab Al-Islaamiy, Cet. 5/1416].

ومن أصول أهل السنة أن الدين والإيمان قول وعمل ، قول القلب واللسان وعمل القلب واللسان والجوارح

“Dan termasuk prinsip pokok Ahlus-Sunnah bahwasannya agama dan iman adalah perkataan dan perbuatan. Perkataan hati dan lisan, serta amal hati, lisan, dan anggota badan” [Al-‘Aqiidah Al-Waasithiyyah – melalui At-Tanbiihaat Al-Lathiifah oleh ‘Abdurrahmaan As-Sa’diy, hal. 89; Daaruth-Thayyibah, Cet. 1 /1414].

Asy-Syaikh As-Sa’diy memberikan komentar terhadap perkataan Ibnu Taimiyyah di atas sebagai berikut :

قد دل الكتاب والسنة على ما قاله الشيخ ، وأجمع على ذلك سلف الأمة ، فكم من آية قرآنية وأحاديث نبوية أطلقت على كثير من الأقوال والأعمال اسم الإيمان ، فالإيمان المطلق يدخل فيه جميع الدين ، ظاهره وباطنه ، أصوله وفروعه ، ويدخل فيه العقائد التي يجب اعتقادها في كل ما احتوت عليه من هذا الكتاب ، ويدخل أعمال القلوب كالحب لله ورسوله.

والفرق بين أقوال القلب وبين أعماله: أن أقواله هي العقائد التي يعترف بها القلب ويعتقدها ، وأما أعمال القلب فهي حركته التي يحبها الله ورسوله ، وضابطها محبة الخير وإرادته الجازمة ، وكراهية الشر والعزم على تركه ، وهذه الأعمال القلبية تنشأ عنها أعمال الجوارح ، فالصلاة والزكاة والصوم والحج والجهاد- من الإيمان ، وبر الوالدين وصلة الأرحام والقيام بحقوق الله وحقوق خلقه المتنوعة- كلها من الإيمان. وكذلك الأقوال؛ فقراءة القرآن وذكر الله والثناء عليه والدعوة إلى الله والنصيحة لعباد الله وتعلم العلوم النافعة - كلها داخلة في الإيمان

“Sesungguhnya yang dikatakan Syaikhul-Islaam telah ditunjukkan dalilnya melalui Al-Kitaab dan As-Sunnah. Dan salaful-ummah pun telah bersepakat akan hal itu. Betapa banyak ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi yang memutlakkan kebanyakan dari perkataan dan perbuatan dalam nama iman. Iman mutlak (al-iimaanul-muthlaq) masuk padanya semua urusan agama, baik yang dhaahir maupun baathin, pokok maupun cabangnya. Dan masuk pula padanya i'tiqad-i'tiqad yang wajib diyakini dari setiap yang terkandung dalam kitab ini. Dan masuk pula padanya amal-amal hati seperti : cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Perbedaan antara perkataan-perkataan hati dengan amal-amal hati adalah : Bahwasannya perkataan-perkataan hati adalah i'tiqad-i'tiqad yang diketahui dan diyakini oleh hati. Sedangkan amal-amal hati adalah gerakan hati dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya. Ketentuannya adalah, mencintai dan keinginan yang pasti akan kebaikan, serta kebencian terhadap kejelekan dan keinginan yang kuat untuk meninggalkannya. Inilah yang disebut amal-amal hati yang kemudian mendorong amal-amal anggota badan, seperti : shalat, zakat, puasa, haji, dan jihad – dimana hal termasuk iman. Berbakti kepada kedua orang tua, menyambung silaturahim, menegakkan hak-hak Allah dan makhluk-Nya yang bermacam-macam; kesemuanya termasuk iman. Begitu juga dengan perkataan-perkataan. Membaca Al-Qur’an, berdzikir kepada Allah, memuji-Nya, berdakwah/menyeru di jalan Allah, menasihati sesama manusia, serta belajar ilmu-ilmu yang bermanfaat – kesemuanya juga termasuk iman” [At-Tanbiihaat Al-Lathiifah, hal. 89-90].[12]

Allah ta’ala telah berfirman tentang keadaan orang-orang yang bertambah keimanannya :

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal”[13] [QS. Al-Anfaal : 2].

Dan ketika dikatakan iman dapat bertambah (dengan ketaatan), maka ia pun dapat berkurang (dengan kemaksiatan).

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا أَبُو مَالِكٍ عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ عَنْ حُذَيْفَةَ عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ عَرْضَ الْحَصِيرِ فَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا نُكِتَتْ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ وَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا نُكِتَتْ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ حَتَّى يَصِيرَ الْقَلْبُ عَلَى قَلْبَيْنِ أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا لَا يَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتْ السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ وَالْآخَرِ أَسْوَدَ مُرْبَدٍّ كَالْكُوزِ مُخْجِيًا وَأَمَالَ كَفَّهُ لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ

Telah menceritakan kepada kami Yaziid bin Haaruun[14] : Telah menceritakan kepada kami Abu Maalik[15], dari Rib’iy bin Hiraasy[16], dari Hudzaifah, dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda : “Fitnah dibentangkan di hati seperti dibentangkannya tikar. Setiap hati yang mengingkarinya maka diberi satu titik putih dan setiap hatinya menyerapnya maka diberi satu titik hitam, hingga hati pun menjadi dua macam : (1) hati putih seperti benda jernih dimana fitnah tidak akan membahayakannya selama langit dan bumi masih ada, dan yang lainnya (2) hati hitam berdebu seperti panci kotor - beliau memiringkan telapak tangan - ia tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran kecuali sesuatu yang terserap dari hawa nafsunya" [Diriwayatkan oleh Ahmad 5/386; shahih. Diriwayatkan juga oleh Muslim no. 144].

Hadits Hudzaifah radliyallaahu ‘anhu di atas menjelaskan tentang naik turunnya iman dalam hati seorang manusia. Ketika seseorang mengerjakan amal ketaatan dengan menolak fitnah, maka akan ditambah titik putih dalam hatinya. Sebaliknya, jika ia seseorang mengerjakan kemaksiatan dengan menerima dan mengikuti fitnah, maka akan ditambah titik hitam dalam hatinya. Banyak sedikitnya amal ketaatan dan kemaksiatan akan mempengaruhi dominasi titik putih dan hitam dalam hatinya. Siapa yang Allah ta’ala rahmati untuk dimudahkan mengerjakan amal-amal ketaatan, maka hatinya akan putih bersih karena terkumpulnya cahaya iman. Merekalah orang-orang yang beruntung…..

Siapapun yang menetapkan bahwa amal/perbuatan termasuk bagian dari iman dan iman bisa bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan; maka ia berlepas diri dari ‘aqidah Murji’ah dari awal hingga akhirnya.

Al-Imam Al-Barbahaariy rahimahullah berkata :

ومن قال الإيمان قول وعمل يزيد وينقص فقد خرج من الإرجاء كلِّه، أوَّله وآخره.

“Barangsiapa yang berkata : ‘Iman itu perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang’; sungguh ia telah berlepas diri dari pemahaman irja’ secara keseluruhan, dari awal hingga akhirnya” [Syarhus-Sunnah, hal. 129, tahqiq : ‘Abdurrahmaan bin Ahmad Al-Jumaiziy; Maktabah Daaril-Minhaaj, Cet. 1/1426 H].

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya tentang orang yang mengatakan : ‘iman  itu bisa bertambah dan berkurang’ , maka beliau menjawab :

هذا برئَ من الإرجاء.

“Orang ini telah berlepas diri dari (bid’ah) irjaa’“ [As-Sunnah oleh Al-Khalaal 3/581 no.1009].

Selebihnya dari permasalahan meninggalkan amal-amal dhaahir/jawaarih, maka itu termasuk khilaf yang terjadi di kalangan ulama Ahlus-Sunnah.[17]

Wallaahu a’lam bish-shawwaab.

Semoga ada manfaatnya.

----------------------------------------------------------------------

[1]     Suraij bin An-Nu’maan bin Marwaan Al-Jauhariy, Abul-Hasan (atau Abul-Husain) Al-Baghdaadiy; seorang yang tsiqah, sedikit melakukan kekeliruan. Wafat tahun 117 H [Taqriibut-Tahdziib, hal. 366 no. 2231].

[2]     ‘Abdullah bin Naafi’ bin Abi Naafi’ Ash-Shaaigh Al-Makhzuumiy, Abu Muhammad Al-Madaniy; seorang yang tsiqah, shahiihul-kitaab, namun pada hapalannya terdapat kelemahan (layyin). Wafat tahun 206 H [idem, hal. 552, no. 3683].

[3]     Salamah bin Syabiib Al-Mas’amiy An-Naisaabuuriy; seorang yang tsiqah. Wafat tahun 240-an H [idem, hal. 400 no. 2507].

[4]     ‘Abdurrazzaaq bin Hammaam bin Naafi’ Al-Humairiy Al-Yamaaniy, Abu Bakr Ash-Shan’aaniy; seorang yang tsiqah lagi haafidh, penulis terkenal, mengalami kebutaan di akhir umurnya sehingga hapalannya berubah. Wafat tahun 211 H [idem, hal. 607 no. 4092].

[5]     Ar-Rabii’ bin Sulaimaan bin Daawud Al-Jiiziy, Abu Muhammad Al-Azdiy; seorang perawi yang tsiqah. Wafat tahun 256 H [idem, hal. 320 no. 1903].

[6]     QS. At-Taubah : 11.

[7]     QS. Al-Baqarah : 43.

[8]     ‘Abdul-Malik bin ‘Abdil-Hamiid bin ‘Abdil-Hamiid bin Maimuun bin Mihraan Al-Jazariy, Abul-Hasan Al-Maimuuniy; seorang yang tsiqah lagi mempunyai keutamaan. Wafat tahun 274 H [Taqriibut-Tahdziib, hal. 624 no. 4218].

[9]     Sulaimaan bin Al-Asy’ats bin Ishaaq bin Basyiir bin Syaddaad Al-Azdiy As-Sijistaaniy, Abu Daawud; seorang yang tsiqah, haafidh, penulis kitab Sunan dan yang lainnya. Wafat tahun 275 H [idem, hal. 404, no. 2548].

[10]    Harb bin Ismaa’iil Al-Kirmaaniy, Abu Muhammad; seorang imam, al-‘allamah, dan faqiih. Wafat tahun 280 H [Siyaru A’laamin-Nubalaa’, 13/244-245 no. 127].

[11]    Ibnu Katsiir rahimahullah saat mengomentari ayat ini berkata :

أي : أعمالكم الصالحة كانت سببا لشمول رحمة الله إياكم، فإنه لا يدخل أحدًا عمله الجنة، ولكن بفضل من الله ورحمته. وإنما الدرجات تفاوتها بحسب عمل الصالحات.

“Yaitu : amal-amal shaalih kalian yang menjadi sebab kalian diliputi rahmat. Karena, tidak ada seorang pun yang masuk surga karena amalnya semata, akan tetapi (ia masuk surga) karena rahmat dan karunia Allah. Hanya saja perbedaan derajat dapat diperoleh berdasarkan amal-amal shaalihnya” [Tafsir Ibni Katsiir, 7/239-240].

[12]    Perkataan beliau ini menjelaskan kekeliruan sebagian orang yang hanya mengartikan amal dalam iman adalah amal anggota badan/jawaarih.

[13]    Ibnu Katsiir rahimahullah berkata :

وقد استدل البخاري وغيره من الأئمة بهذه الآية وأشباهها، على زيادة الإيمان وتفاضله في القلوب، كما هو مذهب جمهور الأمة، بل قد حكى الإجماع على ذلك غير واحد من الأئمة، كالشافعي، وأحمد بن حنبل، وأبي عبيد، كما بينا ذلك مستقصى في أول الشرح البخاري، ولله الحمد والمنة.

“Al-Bukhaariy dn yang lainnya dari kalangan imam telah berdalil dengan ayat ini dan yang semisalnya, akan bertambahnya iman dan tingkatannya di dalam hati yang berbeda-beda – sebagaimana madzhab jumhur umat. Bahkan telah dikatakan terjadi ijma’ (kesepakatan) atas hal itu oleh lebih dari seorang dari kalangan para imam, seperti : Asy-Syaafi’iy, Ahmad bin Hanbal, dan Abu ‘Ubaid – sebagaimana telah kami jelaskan secara panjang lebar di awal syarh Al-Bukhaariy. Wa lillaahil-hamd wal-minnah” [Tafsiir Ibni Katsiir, 4/12].

[14]    Yaziid bin Haaruun bin Zaadziy/Zaadzaan bin Tsaabit As-Sulamiy Abu Khaalid Al-Waasithiy; seorang yang tsiqah, mutqin, lagi ‘aabid (117/118-206 H). Dipakai Al-Bukhaariy dan Muslim dalam Shahih-nya [Taqriibut-Tahdziib, hal. 1084 no. 7842].

[15]    Ia adalah Sa’d bin Thaariq bin Usyaim Abu Maalik Al-Asyja’iy; seorang yang tsiqah (w. akhir tahun 140 H). Dipakai oleh Muslim dalam Shahih-nya [idem, 369 no. 2253].

[16]    Rib’iy bin Khiraasy bin Jahsy bin ‘Amru bin ‘Abdillah Al-Ghaththafaaniy Abu Maryam Al-Kuufiy (); seorang yang tsiqah lagi ‘aabid (w. 100/101/104 H). Dipakai Al-Bukhaariy dan Muslim dalam Shahih-nya [idem, hal. 318 no. 1889].

[17]    Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah pernah ditanya sebagai berikut :

العُلماءُ الذينَ قَلوا بعدم كُفْرِ مَنْ تَرَكَ أَعمالَ الْجوارح - مع تَلَفُّظِهِ  بالشهادتين، ووجودِ أصلِ الْإيمان القلبي؛ هل هم من المُرجئة ؟!

“Ulama yang berpendapat tidak kafirnya orang yang meninggalkan amal-amal jawaarih (anggota badan) yang bersamaan dengan orang tersebut mengucapkan dua kalimat syahadat dan keberadaan ashlul-iimaan di hatinya; apakah mereka (ulama tersebut) termasuk golongan Murji’ah ?”.

Beliau menjawab :

هذا من أهل السنة والجماعة؛ فمن ترك الصيام، أو الزكاة، أو الحج : لا شك أڽَّ ذلك كبيرة عند العلماء؛ ولكن على الصواب : لا يكفر كفرا أكبر.

أما تركُ الصلاة : فالراجح : أنه كافر كفرا أكبر إذا تعمد تركها.

وأما تركُ الزكاة والصيام والحج : فإنه كفر دون كفر.

Mereka ini termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah. Barangsiapa yang meninggalkan puasa, zakat, atau haji; maka tidak diragukan bahwa hal itu termasuk dosa besar menurut para ulama. Akan tetapi yang benar dalam permasalahan ini : Tidak dikafirkan dengan kufur akbar (murtad).

Adapun permasalahan meninggalkan shalat, yang raajih : Ia dihukumi kafir akbar apabila sengaja meninggalkannya. Sedangkan meninggalkan zakat, puasa, dan haji; maka ia adalah kufrun duuna kufrin (kufur ashghar)” [Majmuu’ Al-Fataawaa, 28/144-145].








Selasa, 12 Oktober 2021

NIAT, PIKIRAN, BICARA DAN PERILAKU ORANG BERIMAN

 Niat, Pikiran, Bicara, dan 

Perilaku Orang Beriman 

QS Al-Baqarah, 2: 62

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱلَّذِينَ هَادُواْ وَٱلنَّصَٰرَىٰ وَٱلصَّٰبِِٔينَ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَعَمِلَ صَٰلِحٗا فَلَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ (٦٢)

 

62.Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani, dan orang-orang Sabi’in siapa saja (diantara mereka) yang beriman kepada Allah dan hari akhir dan melakukan kebajikan, mereka mendapat pahala dari Tuhannya. Tidaka ada rasa takut pada merekan dan mereka tidak bersedih hati.

ASBABUNNUZUL

Menurut Al-Wahidi dari Mujahid,ayat ini berkaitan dengan Salman Al-Farisi ketika dia bertanya kepada Rasulullah saw. tentang nasib sahabat-sahabatnya yang meninggal sebelum Islam datang. Rasulullah saw. menjelaskan kepadanya tentang cara shalat dan ibadah mereka. Lalu,Rasulullah saw. bersabda bahwa mereka akan dimasukkan ke neraka. Maka dari itu, Salman berputus asa, Sungguh, Bumi telah Kiamat." Atau, "Seolah-olah gunung menimpa kepalaku." Kemudian, turunlah ayat ini sehingga Salman bersenang hati dan berkata, "Seakan anugerah besar dilimpahkan kepadaku."(Lubäbun Nuqül: 9)

 
TAFSIR AT-TABARI

Yang dimaksud Orang-orang yang beriman dalam ayat ini ialah mereka yang membenarkan ajaran Rasulullah saw: Sedangkan yang dimaksud (Hädü)pada ayat ini adalah orang-orang Yahudi Menurut -Ibnu Juraij kata (Hädü) muncul dari pengakuan mereka sendiri untuk menjadübangsa Yahudi. Lafadzh menurut riwayat .1bnu Juraij adalah Orang-orang yang mula-mula mendiami suatu daerah yang bernama Nazaret Sedangkan daläm riwayat Ibnu 'Abbäs yang dimaksud (Nasärä) ädalah orang-orang yang menjadi penolong Nabi Isa as. Adapun yang dimaksud ($äbi'in) menurut Mujahid adalah sekelompok orang yang tidak beragama Namun sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud {Säbi’in> adalah setiap orang yang keluar dari suatu agama dan berpindah kepada agama yang lain.

Ayat ini menerangkan bahwa orang orang Mukmin, Yahudi Nashrani ataupun Säbi’in yang beriman kepada Allah dan hari Kiamat dan mereka tidak mengganti dan mengubah keyakinan mereka hingga mereka wafat dan mereka melakukan amal kebaikan sebagai bentuk ketaatan pada-Nya maka mereka akan mendapatkan pahala atas amal kebaikan yang telah mereka kerjakan dan mereka tidak akan merasa takut terhadap apa yang akan mereka hadapi pada hari Kiamat dan tidak akan bersedih hatidengan apa yang telah mereka tinggalkan di dunia karena mereka yakin akan kenikmatan akhirat yang kekal; demikian menurut At-Tabari (Tafsir At-Tabari Jilid I, 2001:32-46)

 
TAFSIR IBNU KASIR

Dalam ayat Cini Allah Swt. menerangkan keadaan orang-orang yang senantiasa mendapat rahmat dari Allah Swt. Barang siapa beriman kepada Allah SWT dan hari Akhir serta beramal saleh dengan mengikuti semua petunjuk yang dibawa para iasul-Nya, niscaya akan mendapatkan kebahagiaan abadi di dunia dan akhirat. Mereka tidak pernah merasa bersedih karena sepanjang hidup selalu dinaungi rahmat Allah Swt. dan di akhirat ditempatkan di surga-Nya.

Rasulullah saw. menegaskan, keimanan seorang Yahudi adalah mengimani Taurat dan mengikuti syariat Nabi Musa sampai tangnya Nabi "Isa. Setelah itu, mereka harus mengikuti syariat yang dibawa Nabi Isa karena syariatnya merupakan pelengkap syariat sebelumnya. Jika tidak begitu, berarti mereka telah kufur Keimanan seorang Nasrani adalah mengimani Injil dan mengikuti petunjuk Nabi Isa sampai datangnya Rasulullah Saw. Setelah itu, mereka harus mengikuti petunjuk Rasulullah Saw. Jika tidakz mereka telah berbuat kesalahan dan akan dimasukkan ke neraka (Al-Misbah Al-Munir fi Tahzib Tafsir Ibnu Kasir, 1999: 53-54)

HADIS SAHIH

Hadis riwayat Abu Hurairah rag, dia berkata, "Rasulullah saw, "bersabda, 'Jangan/ah seorarong di antara kamu mengharapkan kematian danjangan pula memohonnya sebe/urn kematian itu datang menjemputnya, Sesungguhnya apabila seorang di antara kamu meninggal dunia maka terputuslah amal perbuatannya dan sesungguhnya usia seorang mukmin itu akan menambah kebajikan (bagi dirinya)." (HR Muslim, 4843)

KHAZANAH PENGETAHUAN

Niat, Pikiran, Bicara, dan Perilaku Orang Beriman,  Orang yang beriman mengatur seluruh hidupnya sesuai dengan Al-Qur'an dan berjuang untuk melaksanakan dengan hati-hati setiap hari apa yang telah dibaca dan dipelajarinya dari ayat-ayat Al-Qur'an. Dalam segala perbuatannya sejak bangun pada pagi hari sampai tidur pada malam hari, dia berniat untuk berpikir, berbicara, dan bertindak berdasarkan ajaran Al-Qur'an (QS Al-An'äm, 6:162).

Bagi orang yang beriman, tidak ada sesuatu pun yang lebih dirindukan daripada memperoleh keridhaan Allah dan dicintai oleh-Nya. Orang yang beriman berusaha mencari cara untuk mendekatkan diri kepada Allah dalam hidupnya (QS Al-Mä'idah, 5: 35).

Sebagai sebuah rahasia dan berita gembira bagi orang-orang beriman, Allah mengungkapkan dalam Al-Qur'an bahwa apa yang dibelanjakan akan menjadi cara untuk mencapai kedekatan dengan-Nya. Dengan demikian, bagi orang yang beriman, memberikan apa yang dicintai dan yang melebihi keperluannya kepada orang-orang miskin tidaklah sulit, tetapi merupakan kesempatan berharga untuk membuktikan bahwa ia adalah orang yang taat dan cinta kepada Allah (QS At-Taubah, 9: 99). (Harun Yahya, 24 Jam dalam Kehidupan Seorang Muslim, 2003)

Baca Juga : Sabar Dalam Menghadapi Cobaan



 

TAKBIRATUL IHRAM

Ketahuilah bahwa shalat tidak sah jika tidak ada takbiratul ihram, baik shalat fardhu maupun shalat sunat. Menurut Imam Syafi'i dan mayoritas ulama, takbiratul ihram adalah bagian (juz) dari shalat atau sering disebut dengan istilah rukun. Tetapi, menurut Abu Hanifah, takbiratul ihram bukan rukun tetapi syarat, bukan bagian dari shalat.( Rukun dan syarat adalah hal yang sama-sama tidak boleh ditinggalkan dalam ibadah. Tanpa keduanya ibadah menjadi tidak sah)

Takbiratul ihram itu mengucapkan, Allahu Akbar (Allah Maha besar) atau Allahul Akbar (Allah yang Maha Besar) dua kalimat boleh menurut Imam Syafi'i, Abu Hanifah, dan sebagian yang lainnya. Sedangkan Imam Malik melarang menggunakan kalimat yang kedua. Dari perbedaan pendapat ini kita perlu hati-hati, maka lebih baik menggunakan kalimat yang pertama saja. Tidak boleh menggunakan lafadz selain yang dua ini untuk takbiratul ihram, seperti mengatakan, Allahul 'Adzim (Allah Maha Agung)atau Allah Al-Muta'al (Allah Maha Tinggi) atau Allah 'Adzam (Allah yang paling Agung) Atau A'azzu (Paling Mulia) atau Ajallu (Paling Besar) dan sebagainya, maka shalatnya tidak sah, demikian pendapat Imam Syafi'i dan mayoritas ulama. Namun, Abu Hanifah menyatakan sah-sah saja.

Menurut kami mengucapkanya dengan terbalik (Akbaru Allah) tidak sah.Tetapi, sebagian sahabat kami mengatakannya sah. Sebagaimana sahnya mengucapkan salam di akhir shalat secara terbalik ('Alaikumus Salam). Ketahuilah bahwa tidak sah jika takbiratul ihram itu tidak dilafal dalam lisan sehingga terdengar oleh dirinya sendiri. Jika memang ada gangguan pada lisannya sehingga menghalangi dia untuk berucap maka hendaklah dilafalkan sejauh yang dia mampu.

Takbiratul ihram juga tidak sah bila diterjemahkan ke dalam bahasa selain bahasa Arab. Jika ada orang yang tidak bisa berbicara bahasa Arab, maka dia wajib mempelajari hingga dia bisa mengucapkan takbiratul ihram dengan bahasa Arab. Jika dia enggan untuk belajar, sehingga dia tetap tidak bisa mengucapkannya, maka selama itu pula shalatnya menjadi tidak sah, bahkan jika suatu hari dia bisa melafalkannya, wajib baginya mengganti shalat-shalat yang telah dilakukannya secara tidak sah karena tidak bisa dan enggan belajar.

Hendaklah tidak memanjangkan takbiratul ihram hingga terlalu lama". Tetapi diucapkan secara lurus dan cepat. Tetapi ada yang berpendapat dipanjangkan, namun pendapat pertama lebih shahih. sedangkan sisa takbir lainnya di dalam shalat, lebih shahih dipanjangkan hingga tersambung dengan rukun shalat berikutnya. Jika tidak dipanjangkan shalatnya tetap sah, hanya saja dia telah meninggalkan satu nilai fadhilah.  Perlu diketahui bahwa letak huruf yang dipanjangkannya adalah pada huruf lam pada lafadz Allah, tidak boleh pada tempat lain.

Imam hendaklah mengeraskan bacaan takbiratul ihram dan bacaan takbir Imam disunatkan mengeraskan suara takbiratul ihram hingga dapat terdengar oleh makmum, dan makmum membacanya juga secara pelan kira-kira terdengar oleh dirinya sendiri. Apabila makmum yang mengeraskan suara, sedangkan imam memelankannya, hal ini tidak membatalkan shalatnya. Hendaklah bacaan takbiratul ihram ini dijaga dan dipelihara kefasihannya. Jangan sampai membaca panjang bukan pada tempatnya. Sebab dengan memanjangkan huruf yang tidak pada tempatnya seperti memanjangkan huruf hamzah pada lafadz Allah, atau memanjangkan huruf ba pada lafadz Akbar, akan membatalkan shalatnya.

Jumlah takbir pada saat bilangan rakaat  perlu diketahui bahwa bagi shalat yang berjumlah dua raka'at terdapat  sebelas takbir. Bagi yang tiga raka'at terdapat tujuh belas takbir. Bagi yang  empat raka'at terdapat dua puluh dua takbir. Pada setaip raka'at itu terdapat lima takbir, satu kali ketika ruku' , empat kali ketika sujud, dan bangunnya, takbiratul ihram dan takbir ketika berdiri dari tasyahhud awal. 

Ketahuilah bahwa seluruh takbir, kecuali takbiratul ihram hukumnya sunat. Apabila ditinggalkan baik secara sengaja maupun lupa, hal itu tidak membatalkan shalat dan dia tidak perlu melakukan sujud sahwi". Sedangkan takbiratul ihram disepakati secara ijma tidak boleh ditinggalkan sebab dia adalah rukun shalat. Wallahu 'alam.

Baca Juga : Hukum Dzikir Orang Yang Berhadats


 

Senin, 11 Oktober 2021

SABAR DALAM MENGHADAPI COBAAN

 SABAR  DALAM MENGHADAPI COBAAN

QS Al-Baqarah, 2: 153

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسۡتَعِينُواْ بِٱلصَّبۡرِ وَٱلصَّلَوٰةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ  (١٥٣)

 153. Wahai orang-orang yang beriman! mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sunggung, Allah beserta orang-prang yang sabar

TAFSIR AT-TABARI

Pada ayat ini Allah mendorong manusia untuk menaati-Nya dan menghadapi sesuatu yang dirasa berat baik secara fisik maupun materia Maka seolah Dia berfirman, I'VVahai orang beriman, hendaklah kamu minta tolong dengan cara sabar dan sha/at dalam melaksanakan ketaatan kepada-Ku, menunaikan berbagai hukum yang Aku tetapkan, baik hukum yang telah dihapus maupun hukum yang masih berlaku sekalipun kamu merasa berat karena perkataan batil dari orang kafir yang dilontarkan kepada kamu. Ataw terasa berat secara fisik dalam melaksanakannya, atau secara materi dalam melawan musuh-musuhmu dijalan-Ku. HendaklafT kamu bersabar karena Aku semata dalam menghadapi sesuatu yang tidak disenangi dan dirasa berat oleh kamu,

Kemudian, hendaklah kämu dari perkara-perkara yang mengerikan, dengan cara melaksanakan shalat karena semata. Karena dengan kesabaran atas perkara-perkara yang tidak disenangi, kamu akan mendapatkan keridhaan-Ku, dan den melaksanakan shalat karena-Ku kamu akan meraih apa yang kamu cari dan akan menperoleh apa yang kamu butuhkan di sisi-Ku sungguhnya Aku bersama orang-orang yang sabar dalam menunaikan kewajiban-kewajiban dari-Ku, dan sabar dalam meninggälkan maksiat kepada-Ku Aku akan menolong,jaga, serta lindungi mereka, sehingga reka dapat memperoleh apa yang dicari dan dicita-citakan” (Tafsir At-Tabari Jilid Il, 21 697-698)

TAFSIR IBNU KASIR

Dalam ayat ini Allah Swt. memerintahkan umat manusia untuk selalu meminta pertolongan kepada Allah Swt. dengan cara bersabar, dan menunaikan shalat secara khusyuk. Sabar terbagi menjadi dua, yaitu sabar ketika mendapatkan kesenangan dan sabar ketika mendapatkan kesusahan. Ketika menghadapi permasalahan, hendaknya kita mengembalikan semua urusan kepada Allah Swt. karena Dialah Zat yang menentukan semuanya.

Rasulullah saw. bersabda sebagai berikut."Sebagai kejutan bagi seorang mukmin Allah Swt. tidak akan menentukan sesuatu, kecuali Allah Swt lebih tahu tentang yang lebih baik baginya”

Sabar mengandung tiga hal yaitu sabar untuk meninggalkan sesuatu yang haram,sabar dalam menunaikan ibadah dan kewajiban, serta sabar dalam menerima musibah dari Allah Swt. Semua musibah merupakan  kehendak Allah Swt. telah disebutkan bahwa di balik kejadian yang menimpa,pasti terdapat hikmah yang sangat agung. (Al-Misbäh Al Munir fi Tahzib Tafsir Ibnu Kasir 1999: 92-93).

HADIS SAHIH

Dari Anas bin Malik„ bahwasannya Rasulullah savu mendatangi seorang perempuan tengah menangisi kematian anaknya. Beliau kemudian berkata kepadanya, "Bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah”, Kemudian perempuan itu menjawab, "Kamu tidak peduli dengan musibah yang menimpaku", tatkala beliau pergi dikatakan kepada perempuan itu, tahukah kamu yang berkata barusan adalah Rasulullah. Kemudian perempuan itu mentangi béliau dan berkata bahwä dia tidak mengenalinya, Kemudian Rasulullah Saw: bersabda "Sesungguhnya yang namanya sabar itu ada ketika di guncangan pertama”, (HR. Muslim,1535)

KHAZANAH PENGETAHUAN

Seseorang yang berada dalam rangka meraih ridha Allah, memikirkan bukti-bukti yang menuntun kepada iman, memelihara perintah Allah, akhirat, Kematian, dan merenungkan nikmat yang telah Allah berikan kepadanya dalam kehidupan ini, balasannya akan mendapatkan pertolongan Allah.

Orang beriman tidak pernah lupa bahwa Allah telah menciptakan setiap situasi yang dialami manusia atau hamba di sepanjang hari-harinya. Tujuan penciptaan tersebut adalah agar kita bersabar atau menggunakan pikiran kita untuk menyelesaikan masalah dengan cara yang paling disukai Allah, keadaan apa pun yang kita rasakan. Termasuk jika ada masalah yang tidak mampu diselesaikan seorang diri, maka yang harus dilakukan adalah bersabar.

Salah jika ada orang yang menganggap bahwa cobaan hanya muncul dalam bentuk kepedihan yang luar biasa dan tragedi sebagai ujian bagi kesabaran kita. Allah menguji manusia sepanjang hari dengan berbagai cobaan, baik yang besar maupun kecil.

Namun, dalam situasi ini, mereka yang hidup sesuai dengan ajaran Al-Qur'an tidak merasa jengkel dan tetap bersabar tanpa berkeluhkesah. Dalam Al-Qur'an, Allah menerangkan bahwa salah satu sifat orang beriman adalah tetap bersabar dengan cobaan yang datang kepada mereka.

"(Yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah hati me reka bergetar, orang yang sabar atas apa yang menimpa mereka, dan orang yang melaksanakan salat, dan orang yang menginfakkan sebagian rezeki yang Kami karuniakan kepada mereka." (QS Al-Hajj, 22: 35). (Harun Yahya, 24 Jam dalam Kehidupan Muslim, 2003)






Minggu, 10 Oktober 2021

SOFWARE ISLAM

SILAKAN DOWNLOAD SOFWARE ISLAM BERIKUT :


1.         Ad Durarus Sunniyyah (Mutiara Sunnah)  Download

2.         Ahkaamus salam  Download

3.         Al  Qur'an flash (Hafsh, plus Khalf Al 'Asyir) Download

4.         Al  Qur'an flash (Riwayat Al Laits bin Khalid) Download 

5.         Al  Qur'an flash (Riwayat Hafsh dari jalan Al Jami') Download 

6.         Al  Qur'an flash (Riwayat Hafsh plus qiraat Ya'qub) Download 

7.         Al  Qur'an flash (Riwayat Hafsh, jalur At Taisir) Download 

8.         Al  Qur'an flash (Riwayat Hisyam bin Amir) Download 

9.         Al  Qur'an flash (Riwayat Hisyam bin Ammar) Download 

10.      Al  Qur'an flash (Riwayat Ibnu Jammasy) Download 

11.      Al Ahadaits fii Dzammil Unshuriyyatil Jahiliyyah  Download

12.      Al Arba'in Nawawiyyah  Download 

13.      Al Asma' wash Shifat  (Asy Syinqithiy) Download

14.      Al Iqtishad Fil I'tiqad  Download

15.      Al Irsyad Ilaa Shahihil I'tiqad  Download

16.      Al Jarhu Wat Ta'dil  Download

17.      Al Kamil Fidh Dhu'afa  Download

18.      Al Majmu' Syarhul Muhadzdzab Download

19.      Al Mu'taqad Ash Shahih Download

20.      Al Qur'an Digital  Download 

21.      Al Qur'an flash (riwayat Abdullah bin Dzakwan) Download 

22.      Al Qur'an flash (riwayat As Suusi) Download 

23.      Al Qur'an flash (riwayat Hafsh dan Syu'bah) Download 

24.      Al Qur'an flash (riwayat Hafsh, jalur Raudhah) Download  

25.      Al Qur'an flash (riwayat Rauh) Download 

26.      Al Qur'anul Karim  Download 

27.      Al-Qur'an in MS. Word  Download 

28.      Al-Qur'an v1.1.3   Download

29.      Animasi praktek Ibadah Download 

30.      Aplikasi Adzan Otomatis untuk Windows dan Android Terbaik Download

31.      Aplikasi Islami (pengingat shalat) Download 

32.      Aplikasi nasehat untuk wanita (Hp) Download 

33.      Aplikasi Yaa Rabbi untuk Hp Download 

34.      Aqidah Ahlussunnah  Download 

35.      Ar Rahiqul Makhtum  Download 

36.      Arabic Alphabet v1.0  Download 

37.      Arabic Alphabet  Download  

38.      Arabic Pad v1.03 [Portable]  Download 

39.      Arabic Pad Download  

40.      Arraddu 'Alath Tha'ni fil Qur'an  Download 

41.      At Tamhid Lisyarhi Kitabit Tauhid   Download 

42.      At Tikrar Fii Ghairil Ibadat  Download  

43.      At Tuhfatus Sunniyah Download  

44.      Awaiquth Thalab  Download 

45.      Bayan Haqiqatit Tauhid   Download  

46.      Belajar Huruf Hijaiyyah Interaktif Dowloand 

47.      Biografi Beberapa Ulama   Download 

48.      Buku Panduan Tajwid untuk anak Download 

49.      Cara Instal Arabic di windows 7 dan XP tanpa CD Download

50.      Daf'u Iham Idhthtirab Ayatil Kitab   Download 

51.      dan ini, bisa juga yang ini

52.      Daurah Bahasa Arab  Download                   

53.      Download Alarm Adzan Terbaik (Windows dan Android)

54.      Download Al-Qur’an dan Terjemahan Download

55.      Download al-Qur’an Digital Download

56.      Download Screen Saver Masjid nabawi Download 

57.      Download Shahih Bukhari Muslim Download

58.      Ensiklopedi Istilah Islam  Download  

59.      Ensiklopedi Sejarah Islam  Download 

60.      Ensiklopedi Software Islami  Download

61.      Ensiklopedi Tafsir Al Qur'an  Download  

62.      Enskilopedi Kemukjizatan Al Qur'an-As Sunnah Download 

63.      Fadhlu Ahlil Bait (Al 'Abbad)   Download 

64.      Fatawa Ibnu Utsaimin  Download 

65.      Fatawa Lajnah Da'imah Download 

66.      Fatawa Lajnah Da'imah Download 

67.      Fatawa Shalih Al Fauzan Download 

68.      Fatawa Ulama Mesir  Download 

69.      Fathul Majid Syarh Kitab At Tauhid  Download  

70.      Fatwa Ulama  Download      

71.      Fatwa-Fatwa Ulama (B. Indonesia) Download 

72.      Fihris Silsilatul Huda wan Nuur Download 

73.      Fiqh-us-Sunnah  Download 

74.      Font Traditional Arabic Download  

75.      Hadith Qutsi v1.1  Download

76.      Hadits Arba'in Download 

77.      Hadits Bukhari dan syarahnya  Download 

78.      Hadits Web Download 

79.      Haditsweb5  Download     

80.      Hasyiyah Kitab At Tauhid  Download   

81.      Hijri Gregorian Converter Download  

82.      Hisnul Muslim  Download  

83.      Hitung Zakat  Download 

84.      Hukmu istihza'il Mu'minin Download

85.      Hukmut Tamtsil  Download  

86.      Indeks Qur'an  Download 

87.      Itsbat Shifatil Uluw  Download    

88.      Jam'ul Qur'an  Download 

89.      Kaedah Bid'ah Download

90.      Kamus Al Mufid Download 

91.      Kamus Arab versi 3.0  Download 

92.      Kamus Arab-Inggris  Download  

93.      Karya Ilmiyyah Hai'ah Kibaril Ulama  Download

94.      Khalqu Af'aalil Ibad Download  

95.      Konversi Hijriah  Download   

96.      Kumpulan Flash Islami Download 

97.      Kumpulan Flash tentang cara Haji Download 

98.      Kumpulan Hadits Dha'if (Terjemah) Download  

99.      Kumpulan Hadits Sesuai Bab Fiqh Download  

100.    Kumpulan Risalah Tentang Tauhid Download  

101.    Kumpulan Risalah Ulama Nejd (2) Download 

102.    Kumpulan Risalah Ulama Nejd Download  

103.    Kumpulan Software Islami (1) Download 

104.    Kumpulan Software Islami (2) Download 

105.    Kumpulan Software Islami (3) Download 

106.    Kumpulan Software Islami (4) Download 

107.    Kumpulan Software Islami (5) Download 

108.    Learn Arabic   Download   

109.    Lihat Hilal   Download   

110.    Lisanul Mizan  Download   

111.    Majalah Ruhul Islam Download  

112.    Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyah  Download  

113.    Maktabah Syaikh M. bin Abdullah As Sabil Download  

114.    Maktabah Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Download 

115.    Maktabah Syamilah Download  

116.    Man Humul Ulama Download  

117.    Manasik Haji dan Umrah untuk Hp Download 

118.    Maqashidut Tauhid Download

119.    Masail Imam Ahmad wa Ishaq bin Rahawaih Download   

120.    Maslakul Qur'an Fii Itsbatil Ba'ts Download  

121.    Muamalatul Hukkam Download  

122.    Multi Media Quran Study Software  Download 

123.    Munashahah Imam Wahb bin Munabbih Download  

124.    Pelajaran Ilmu Tajwid 2012  Download  

125.    Pembagian Waris  Download

126.    Pembahasan Ayat Mutasyabihat (B. Arab) Download 

127.    Perhitungan Zakat  Download  

128.    Program Adzan - Shollu  Download  

129.    Qathfuj Jana Ad Daani Download    

130.    Quran Auto Reciter v1.5   Download 

131.    Quran Auto Reciter v1.5  Download

132.    Qur'an in word 1.3 Download 

133.    Quran Terj. Arab-Inggris  Download  

134.    Quran Terjemah  Download  

135.    Quranflash  Download

136.    Qur'anic Recitation  Download   

137.    QuranReciter  Download 

138.    Raddusy Syubhat haulal Qur'an Download  

139.    Raf'ul Malam Download  

140.    Ritual Bid'ah Dalam Setahun (B. Arab) Download

141.    Salafi DB – Koleksi Referensi Islami Lengkap  Download

142.    Screen Saver Asma'ul Husna Download 

143.    Screen saver Dzikr  Download     

144.    Screen Saver Hadits-Hadits Pilihan Download  

145.    Screen Saver Keutamaan Al Qur'an Download 

146.    Screen Saver Makkah dan Madinah Download 

147.    Screen Saver Pemandangan di Makkah Download dan ini  

148.    Screen Saver Tempat-Tempat Suci Download 

149.    Shahih Bukhari [Inggris]  Download 

150.    Shahih Bukhari -English  Download 

151.    Shahih Muslim [Inggris]    Download  

152.    Shahih Muslim -English  Download 

153.    Sirah Nabawiyyah Download 

154.    Software  Kitab Syaikh Shalih Al Fauzan  Download             

155.    Software Adzan  Download  dan ini

156.    Software Adzan  Download 

157.    Software Adzkarul Muslim Download 

158.    Software Ahkamut Tajwid Download 

159.    Software Ahkamuz Zawaj Download 

160.    Software Al Jami' Lil Qur'an Download 

161.    Software Al Mushafusy Syarif Download 

162.    Software Al Qur'an (Bawwabah) Download dan ini 

163.    Software Al Qur'an (riwayat Hafsh dan Qalun) Download 

164.    Software Al Qur'an Al Mushawwar Download   

165.    Software Al Qur'an dan terjemahnya (B. Inggris) Download 

166.    Software Al Qur'an dengan Qari: M. Al Muhaisini Download 

167.    Software Al Qur'an Flash (jalur Ad Durrah) Download 

168.    Software Al Qur'an Flash (jalur Asy Syathibiyyah) Download 

169.    Software Al Qur'an Flash (riwayat Abu 'Amr) Download 

170.    Software Al Qur'an Flash (riwayat Ibnu Amir) Download 

171.    Software Al Qur'an Flash (riwayat Syu'bah) Download 

172.    Software Al Quran terj. B. Bosnia Download 

173.    Software Al Quran terj. B. Inggris Download 

174.    Software Al Quran terj. B. Prancis Download 

175.    Software Al Qur'an terjemah Inggris dan Urdu Download 

176.    Software Al Qur'an untuk anak Download 

177.    Software Al Qur'an untuk Hp N73 Download 

178.    Software Al Qur'an untuk Hp Download 

179.    Software Al Qur'an Download 

180.    Software Arah Kiblat Download 

181.    Software Belajar bahasa Arab untuk anak Download 

182.    Software Belajar Hukum Syar'i Download 

183.    Software Belajar Islam untuk anak Download 

184.    Software Belajar Tajwid untuk anak Download

185.    Software Bilal Download 

186.    Software Dalaa'ilunnubuwwah Download  

187.    Software Dalil Ilmi Download 

188.    Software Doa Mustajab Download 

189.    Software Doa-Doa Dalam Al Qur'an Download 

190.    Software Dzikr di sela-sela menggunakan komputer Download 

191.    Software Dzikr untuk Hp Download 

192.    Software Dzikr-Dzikr untuk Hp Download 

193.    Software Dzikrullah Download

194.    Software Ensiklopedi Mafahim Islamiyyah Download 

195.    Software Ensiklopedi Sejarah Kaum Salaf v. 0.2 Download 

196.    Software Ensiklopedi Syarah Hadits v. 0.2 Download 

197.    Software Ensiklopedi Tafsir Al Qur'an v. 0.2 Download 

198.    Software Ensiklopedi Tarikh v. 0.3 Download 

199.    Software Ensiklopedi Tata Bahasa Arab Download 

200.    Software Fatawa Nur 'Alad Darb Download 

201.    Software Fatawa Ulama Al Azhar Download 

202.    Software Fatwa Syaikh Al Albani Download 

203.    Software Hadits (B. Inggris) Download 

204.    Software Hadits Terlengkap Jawami’ul Kalim Download

205.    Software Haji dan Umrah (untuk Hp) Download 

206.    Software Hal ta'lam (Tahukah kamu?) Download 

207.    Software Hitung Zakat versi ke-2 Download 

208.    Software Hitung Zakat Download 

209.    Software Hukum Waris - Faroidh  Download

210.    Software ilmu bahasa Araba v. 0.2 Download 

211.    Software Istimewa Menyimak Al Qur'an Download 

212.    Software jadwal ibadah Download 

213.    Software Jami' Fiqh  Download 

214.    Software Jawaban Terhadap Syubhat-Syubhat Download 

215.    Software Kamus-Kamus Bahasa Arab  Download 

216.    Software Kanzul Muslim untuk Hp Download 

217.    Software karya tulis Syaikh Al Albani v. 0.3 Download 

218.    Software karya tulis Syaikh As Sabil v. 0.2 Download 

219.    Software karya tulis Syaikh Asy Syinqithi v. 0.2 Download 

220.    Software karya tulis Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Download 

221.    Software kehidupan Nabi Muhammad Download 

222.    Software Khusyu' versi 2.30 untuk hp Download 

223.    Software kisah-kisah Download 

224.    Software Kitab Karya Adz Dzahabi  Download             

225.    Software Kitab Karya Asy Syaukani  Download 

226.    Software Kitab Karya Ibnu Hajar Al 'Asqalani Download  

227.    Software Kitab Karya Ibnu Katsir  Download   

228.    Software Kitab Karya Ibnu Rajab  Download  

229.    Software Kitab Karya Ibnul Qayyim  Download  

230.    Software Kitab Karya Syaikh Al Albani Download 

231.    Software Kitab Karya Syaikh Asy Syanqithi  Download    

232.    Software Kitab Para Ulama dari Nejd Download 

233.    Software Kitab-Kitab Tafsir  Download 

234.    Software kumpulan murottal dan ceramah Download 

235.    Software Laa Tansa Dzikrallah Download 

236.    Software Layar Belakang Menarik Download 

237.    Software Majmu' Fatawa wa Maqalat Ibnu Baaz Download 

238.    Software Maktabah Sunnah  Download 

239.    Software Matan Al Jamzuriyyah Download 

240.    Software melihat Ka'bah dari 4 arah Download 

241.    Software Membaca Al Qur'an praktis Download 

242.    Software Menghapal Al Qur'an Download 

243.    Software Menyimak Al Qur'an (130 qari lebih) Download 

244.    Software Menyimak Al Qur'an (B. Arab) Download 

245.    Software Menyimak Al Qur'an (B. Inggris) Download 

246.    Software Munabbihudz Dzakirin Download 

247.    Software Mushaf Al Qur'an untuk Hp  Download dan ini

248.    Software Mushaf Madinah Download 

249.    Software Mushaf Madinah Download 

250.    Software Mushaf Mu'allim (Qari: Al Hudzaifi) Download 

251.    Software Mushaf Mu'allim (Qari: Al Minsyawi) Download 

252.    Software Mushaf Mu'allim Download 

253.    Software Mushaf Muyassar Download 

254.    Software Mushaf Tajwid (riwayat Qalun) Download 

255.    Software Mushaf Tajwid (riwayat Warsy) Download 

256.    Software Mushaf Tajwid Download 

257.    Software Nash Al Qur'anil Karim Download 

258.    Software open windows dengan Al Qur'an Download atau ini

259.    Software Pemikiran Islami Download 

260.    Software Pencari Kata dalam Al Qur'an  Download

261.    Software Pencari Kata dalam Al Qur'an Download  

262.    Software Pengetahuan Islam Download 

263.    Software Pengganti Suara Windowz Download 

264.    Software Penghitung Waris At-Tashil Download

265.    Software Quran Auto Reciter 2.4 Download 

266.    Software Qur'an Sound Download 

267.    Software Radio Al 'Affasiy  Download 

268.    Software Radio Al Qaari' Al Qarini Download 

269.    Software screen saver menarik Download 

270.    Software Shifat Shalat Nabi lil AlBani Download 

271.    Software Sirah Nabawiyyah Download 

272.    Software situs-situs Islami Download   

273.    Software Syaikh Abdul Muhsin Al 'Abbad  Download    

274.    Software Tahfizhul Qur'an Download 

275.    Software tentang Taubat Download 

276.    Software Terjemah Al Quran (B. Inggris) Download 

277.    Software The Holly Quran versi 5 Download 

278.    Software Tilawah Al Qur'an (80 Qari) Download 

279.    Software Tilawah Al Qur'an Download 

280.    Software Waktu-Waktu Shalat Download   

281.    Software Zakat Download 

282.    Sunan Sa'id bin Manshur Download   

283.    Syarh Al Arba'iin Download  

284.    Syarh Al Masa'ilil Jahiliyyah Download  

285.    Syarh Aqidah Wasithiyyah Download  

286.    Syarh Kitab At Tauhid  Download             

287.    Syarh Tsalatsatil Ushul Download  

288.    Tadzkiratul Mu'tasiy Download   

289.    Tafsir Adhwa'ul Bayan (Asy Syinqithiy)  Download

290.    Tafsir Asma'ul Husna Download   

291.    Tahdzibul Kamal Download  

292.    Taisirul Azizil Hamid Download  

293.    Tajridut Tauhid Al Mufid Download  

294.    Tajwid  Download 

295.    Terjemah Al Qur'an Download 

296.    Terjemah Al-Qur’an v1.5 [Pencari Kata]   Download 

297.    Tulis Arab - Minipad  Download

298.    Tulis Arab - Minipad  Download  

299.    Waktu Salat, Imsakiyah, Qibla Download

300.    Waktu Shalat   Download  

301.    Wasaa'ilud Da'wah Download

302.    Zakat dan Waris    Download  

 Semoga bermanfaat