SETAN BERUSAHA MENGHALANGI MANUSIA UNTUK MENYADARI DAN BERBUAT KEBAIKAN
QS
Al-Baqarah, 2: 44
۞أَتَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبِرِّ
وَتَنسَوۡنَ أَنفُسَكُمۡ وَأَنتُمۡ تَتۡلُونَ ٱلۡكِتَٰبَۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ (٤٤)
44.Mengapa
kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan
dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab
(Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?
ASBABUNNUZUL
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa ayat ini turun berkenaan dengan segolongan Yahudi di Madinah. Di antara mereka ada yang berkata kepada saudara kandung, kerabat,dan saudara-saudara sesusunya dari kaum muslimin agar mereka tetap dalam agama Muhammad yang telah dianutnya dan menaatinya. Mereka menyuruh orang lain, tetapi diri mereka tidak melakukannya.(Lubäbun Nuqül: 9)
TAFSIR AT-TABARI
Pada dasarnya para ahli tafsir sepakat bahwa (Mengerjakan) kebajikan) berarti segala bentuk ketäatan kepada Allah. Namun, ketaatan macam apa yang dimaksud kata (Mengerjakan) dalam ayat ini? Para ahli tafsir berbeda pendapat Menurut Ibnu 'Abbäs, (mengerjakan) kebajikan)dalam ayat ini ädalah iman kepada Nabi Muhammad saw. masuk agamanya dan mengikuti ajarannya. Sedangkans menurut Ibnu Juraij adalah shalat dan puasa Adapun menurut As-Saddi adalah taat kepada Allah, Sedangkan menurut Qatadah adalah taat dan takwa kepada Allah serta berbuat kebaikan.
Walaupun para ahli tafsir berbeda pendapat mengenai makna kata
(Mengerjakan) kebajikan) dalam ayat ini, menurut Tabari; Semuanya sepakat bahwa
ayat ini merupakan teguran kepada kaum (Bani Israil dan kaum mana pun termasuk
umat Islam) yang menyuru manusia kepada perkataan da perbuatan yang diridhai
Allah, tapi mereka melupakan diri sendiri, Karena itu menurut Ibnu Juraij
_sudah sepatutnya yang menyeru kepada kebaikan untuk terlebih dahulu
mengamalkan.
Kalimat Tidakkah kamu pada akhir ayat ini adalah celaan terhadap Bani Israil,
karena menyuruh orang lain berbuat kebaikan padahal mereka sendiri tidak melakukan.
Mereka melarang orang lain berbuat keburukan,tapi mereka sendiri suka melakukan.
Mereka menyeru manusia agar beriman kepada Nabi Muhammad dan risalahnya, namun
mereka sendiri mengingkari. Tidakkah merekä menyadari betapa buruknya perbuätan
itu (Tafsir At-Tabari Jilid I; 2001: 613-617)
TAFSIR IBNU KASIR
Dalam
ayat ini Allah Swt menegur Ahlul Kitab yang selalu memerintahkan kebaikan, tetapi
tidak pernah melakukannya. Mereka telah memahami kebenaran yang dianjurkan
Allah Swt., lalu mereka menyerukannya kepada orang lain, tetapi mereka justru melakukan
pembangkangan terhadap Allah Swt. Mereka ibarat orang buta, tetapi memerintahkan
orang lain untuk melihat.
Abdurrazzaq
meriwayatkan dari Qatadah bahwa dalam ayat ini Bani Israil memerintahkan orang
lain untuk selalu bertakwa kepada Allah Swt. dan melakukan kebaikam Akan tetapi,
mereka sendiri tidak konsisten dengan ucapan mereka ituw As-Saddi dan -Ibnu
Juraij menegaskane Ahlul Kitab dan kaum munafik memerintahkan umat manusia agar
menunaikan shalatj puasa, zakat, dan selalu menyerukan agar beramal shaleh, namun
mereka sendiri tidak melakukan semua itu.
Muhammad bin Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbäs bahwa mereka justru lalai dan melupakan
keadaan diri mereka yang telah melakukan pembangkangan terhadap syariat Allah
Swt. Mereka mengingkari kenabian dan melanggar syariat yang ada dalam kitab Taurat.
Intinya, mereka tidak konsisten dengan
seruan
mereka kepada orang lain.
Dengan
ayat init Allah Swt. mengecam tindakan yang mereka lakukan yang selalu menyerukan
amar makruf, tetapi mereka sendiri tidak membenahiö sikap mereka. Melakukan amar
makruf nahi mungkaradalah perbuatan mulia, tetapi menjadi tercela jika orang
yang melakukannya tersebut justru melakukan pembangkangan terhadap syatiat yang
mereka serukane (Al-Misbäh Al-Munir fi Tahjib Tafsir Ibnu Kasir, 1999: 46-47)
HADIS SAHIH
Dari An Nawwas bin Sam’an,ia berkata “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kebajikan? Beliau menjawab, "Kebajikan itu adalah akhlak yang mulia sedang, dosa itu adalah apa yang beredar di dalam dadamu sedang kamu merasa benci orang-orang mengetahuinya. (HR Muslimn4632)
KHAZANAH PENGETAHUAN
Setan Berusaha Menghalangi Manusia untuk Menyadari dan Berbuat Kebaikan Di dalam Al-Qur&an, Allah mengatakan bahwa setan sangatlah kufur dan suka melawan. Kita juga belajar dari Al-Qur'an bahwa setan akan mendekati manusia dari setiap arah dan ia akan berusaha dengan segala cara untuk membawa manusia kepada kebejatan moral. Metode yang paling sering dilakukan setan dalam rencana jahatnya adalah menghalangi manusia dari melihat kebaikan dalam segala peristiwa yang menimpanya.
Dengan cara demikian, ia juga berusaha untuk menyesatkan manusia kepada
pemberontakan dan kekufuran. Orang yang tidak mampu memahami keindahan akhlak
AlQuran akan jauh dari ajaran Islam dan mereka yang menghabiskan hidup mereka
untuk mengejar kesiasiaan dan melupakan akhirat akan mudah jatuh ke dalam
perangkap setan.
Seseorang harus melatih kesabarannya supaya ia dapat berusaha melihat kebaikan
dalam semua peristiwa, untuk menunjukkan ketundukan dan kepercayaannya kepada Allah.
Ketidakmampuan untuk melatih kesadaran seseorang hanya akan membawa kepada
sikap yang salah. (lihat QS Al-Baqarah, 2: 268, Al-A'räf,7: 200-201).
"Setan
menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji
(kikir),sedangkan Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah
Mahaluas, Maha Mengetahui." (QS Al-Baqarah, 2: 268). (Harun Yahya, Melihat
Kebaikan di Segala Hal,2004).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar